Persibas Banyumas Rika Ora Dewekan



Dahaga masyarakat Banyumas untuk menyaksikan langsung permainan Sepak Bola anak-anak Persibas Banyumas di kancah Divisi Utama Liga Indonesia masih jauh panggang dari api. Kisruh sengkarut perseteruan beda pendapat antara Kemenpora dengan PSSI masih berlangsung, hingga kapan Kompetisi akan di gelar pun masih bias. Sebenarnya beberapa waktu lalu Persibas Banyumas mengikuti Turnamen Kapolda Jateng Cup dan beberapa laga Persahabatan, namun geregetnya kurang dan imbas dari pemberhentian kompetisipun berakibat seretnya pemasukan yang pasti sangat berpengaruh pada roda operasional pembinaan dan pengembangan klub.
Membaca di beberapa surat kabar nasional dan melihat berita-berita televisi nasional, saat ini sebenenrnya FIFA sudah mulai turun tangan dengan memberikan rekomendasi untuk di buatnya tim ad hoc, yan waktu itu di bahas saat pertemuan perwakilan FIFA dengan Presiden Joko Widodo dan Tim Kemenpora. Namun ternyata ada beberapa kendala, Kemenpora menginginkan Tim Ad Hoc itu tidak di dominasi oleh orang-orang yang mempunya history sebagai bagian dari PSSI, namun dari FIFA sendiri sudah memberikan daftar nama Tim Ad Hoc yang di ketua Agum Gumelar.
Nah inilah yang bikin kita bingung selanjutnya, akhirnyab kembali akan muncul ego masing-masing, Kemenpora berpendapata bahwa apa yang terjadi sangat beda jauh dengan hasil diskusi antara Perwakilan FIFA dengan Presiden, tetapi versi PSSI bahwa tim yang di rekomendasikan oleh pemangku Sepak Bola Internasional yaitu FIFA adalah sah dan berlaku.
Sebagai masyarakat awam yang tidak ngerti apa itu statuta dan lain-lain, hanya bisa mengelus dada saja… sejatinya mereka mereka yang berada di puncak sana mbok yao.. berpikir secara luas atau out of the box, hilangkanlah ego dan gengsi masing-masing. Kalau sudah seperti ini di cari jalan tengah yang win-win, karena banyak piahk yang bersangkutan dengan urusan sepak bola ini.
Kembali ke Persibas, saking dahaganya para pemain untuk menjaga kebugaran juga mencari pendapatan untuk menutup kebutuhan sehari-hari, tidak jarang sebagian besar pemain ikut tarkam di beberapa daerah-daerah yang aktif mengadakan Turnamen Sepak Bola, padahal ikut tarkam ini beresiko cidera tapi demi urusan perut apapun di lakukan.
 Kisruh pesepakbolaan nasional juga berimbas pada pembinaan sepak bola, berdalih karena biaya beberapa Anggota Askab PSSI di Indoanesia mengurangi kegiatan-kegiatan pembinaan sepak bola usia dini bahkan ada daerah yang berhenti total tidak ada program apa-apa, padahal jika pembinaan ini berhenti, bagaimana dengan kader pemain-pemain muda kelak yang mengganti rekan-rekan yang sudah senior.
Di Persibas Banyumas sendiri pemain asli Banyumas ada beberapa yang sudah hampir melewati usia emasnya, dari segi usia dan fisik sudah mulai menurun, di tambah hampir separo anggota tim adalah berasal dari luar Banyumas, kalau tidak di program pembinaan sedini mungkin bisa berakibat krisis pada pemain lokal berpotensi yang kelak bisa mengisi Squad Persibas Banyumas.
Masyarakat pecinta sepak bola Banyumas tiada henti berharap dan tetap solid mendukung dan menyuport Persibas Banyumas,Suporter-suporter Persibas seperti Laskar Bombastik, selalu aktif berkegiatan menjalin komunikasi dengan segenap anggota untuk tetap setia dan semangat walau belum ada kompetisi.
Terakhir kepada Persiba Banyumas, tenang baen….rika ora dewekan, segenap masyarakat Banyumas akan tetap setia mendukung, menyuport dan berdiri paling depan setiap ada laga Persibas Banyumas. Semoga sengakarut kisruh pesepakbolaan nasional segera berakhir, hingga Suspenned dari FIFA segera di cabut. Semoga juga manajemen Persibas tampil lebih kreatif dan inovatif, sehingga tidak bergulat selalu dengan masalah financial dari waktu ke waktu.
Bravo Persibas Banyumas….
Sumber : http://persibas.com/artikel/menjaga-asa-masyarakat-banyumas-menantikan-kiprah-persibas-banyumas.html#more

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar