Persibas Alami Banyak Kerugian

PURWOKERTO, SATELITPOST-Tidak adanya kompetisi resmi Liga Indonesia Divisi Utama, membuat Persibas alami banyak kerugian. Bahkan, momen 'naik kelas' yang dialami tim kebanggaan masyarakat Banyumas itu harus ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
 
Wakil Ketua Umum Persibas, Danan Setianto mengatakan, setelah sekian lama berjuang hingga akhirnya masuk kasta kedua liga Indonesia, ternyata ada masalah yang akhirnya kompetisi resmi ditiadakan. "Jelas ini sangat disayangkan karena kita jadi kehilangan momen, sedangkan apa yang dipersiapkan tahun lalu menjadi tidak ada hasil," katanya kepada SatelitPost, Senin (28/12).
 
Dengan tidak adanya kompetisi tersebut, menurutnya presisi pajak menjadi banyak alami kerugian. "Itu sangat berpengaruh kepada klub, pemain dan bahkan masyarakat sebagai pencinta bola, khususnya pencinta tim kebanggaan Banyumas ini," ujarnya.
 
Ia menambahkan, akibat dari konflik PSSI dengan Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) secara langsung mempengaruhi pemain dan ofisial serta staf yang menggantungkan hidupnya dari sepakbola. "Karena dengan begitu, kontrak dihentikan yang berimbas kepada penggajian pemain yang mengalami masalah," katanya.
 
Untuk mengobati kerinduan masyarakat terhadap penampilan klub lokal, ia menyampaikan bahwa Persibas akhirnya mengikuti beberapa turnamen dan laga persahabatan untuk mengantisipasi dan juga menunggu digulirnya kompetisi resmi. "Saat itu kami berpikir kalau masalah itu bisa selesai, tapi ternyata berlarut dan sampai saat ini kompetisi resmi belum juga dilaksanakan," ujarnya.
 
Sambil menunggu regulasi dari pusat, ia berharap ada keputusan yang sampai sekarang belum mengetahui mau seperti apa. Tapi yang pasti, menurutnya Persibas akan mengikuti beberapa turnamen dan laga persahabatan untuk tahun yang akan datang.
 
Danan menyampaikan, plus dan minus dari kompetisi tidak resmi tersebut selalu ada. Namun, pelajaran akan selalu dipetik setiap pertandingan yang diikuti. "Kami akui beberapa kompetisi yang pernah dilakoni pernah alami kerugian, namun bisa ditutup dengan keuntungan yang pernah didapat sebelumnya," katanya.
 
Sementara itu Direktur Pemasaran PT Persibas, Dimas Gustaman mengatakan, jauh sebelum kompetisi bergulir, pihaknya sudah berusaha melobi beberapa calon sponsor untuk bekerjasama mendukung Persibas dan sebagian memberikan apresiasi yang luar biasa. "Hanya saja saat detik-detik akhir proses negosiasi ada kabar kompetisi resmi dihentikan, jadi mereka pun menghentikan negosiasi," katanya kepada SatelitPost.
 
Laga eksibisi yang diadakan manajemen Persibas, menurutnya tidak memberikan pemasukan yang berarti, sehingga tetap saja menjadi masalah. "Kami berharap secara nasional masalah pesepakbolaan Indonesia segera selesai, jadi kompetisi resmi segera bergulir siapapun operatornya," katanya.
 
Selain itu, ia berharap pergantian tahun ini dapat dijadikan refleksi bagi Persibas untuk saling introspeksi dan evaluasi. "Segala hal yang buruk harus segera diperbaiki dan dibuat program pembinaan dan pengembangan Persibas yang terpadu, sehingga berkelanjutan serta tidak parsial atau program yang reaksional," ujarnya. (CR-1)

About dimasgustaman

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar