Analisa Bisnis Starbucks Coffee



Sejarah
Starbucks Corporation adalah sebuah mata rantai Coffee Shop internasional yang berbasis di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Starbucks adalah perusahaancoffee shop terbesar di dunia, dengan 16.120 toko di tiap 49 negara, termasuk sekitar 12.440 di Amerika Serikat, diikuti oleh hampir 1.000 di Kanada dan lebih dari 800 di Jepang dan mengumumkan akan mencapai target bahwa akan membuka toko merekalagi di worldwide sebanyak 44.000 toko baru. Starbucks menjual macam-macam kopi, espresso, minuman panas dan dingin lainnya, makanan ringan, dan asesoris seperti cangkir, biji kopi dan boneka. Melalui kerjasama dengan divisi Starbucks Entertainment dan Hear Music. Pada tahun 2009, Starbucks berhasil masuk ke dalam jajaran Fortune 500 sebagai top 1000 perusahaan terbaik Amerika.
Di Indonesia, PT. Sari Coffee Indonesia merupakan pemegang lisensi utama Starbucks Coffee Internasional, membuka toko pertamanya di Plaza Indonesia pada tanggal 17 Mei 2002. PT. Sari Coffee Indonesia merupakan pemegang hak tunggal untuk memperkenalkan dan memasarkan Starbucks Coffee di Indonesia. PT. Sari Coffee Indonesia sendiri bernaung di bawah bendera perusahaan retail terkemuka PT. Mitra Adi Perkasa. PT. Sari Coffee Indonesia sebagai pemegang lisensi perusahaan kopi terbesar di dunia Starbucks Coffee yang sudah memiliki ribuan toko di dunia. PT. Sari Coffee harus mendirikan minimal 30 toko di negara tempat perusahaan beroperasi, dan pada saat ini Starbucks Coffee Indonesia sudah memiliki 126 toko yang tersebar di sepuluh kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Batam, Yogyakarta, Semarang, Balikpapan dan Makasar.

Visi dan Misi Starbucks
Untuk membuat Starbucks sebagai merek yang paling diakui di dunia dan menjadi perusahaan internasional dengan nilai-nilai dan prinsip bahwa karyawan  bisa dibanggakan,  perusahaan memiliki Visi dimana Starbucks  akan menjadi kedai kopi yang terkenal dan juga menjadi yang paling dihargai dan dinilai merek yang paling positif oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia. Perusahaan juga memfokuskan visinya untuk kepuasan karyawan, sehingga karyawannya bahagia.

 Mission Statement Starbucks :
“Menginspirasi dan menaruh peduli kehidupan manusia – setiap individu, satu cangkir, dan satu lingkup tempat tinggal pada saat yang bersamaan”.

Analisis SWOT Starbucks
1.       Strenght
-          Reputasi sangat baik di kalangan pecinta kopi di dunia
-          Atmosfer gerai nyaman di lengkapi wifi
-          Variasi rasa espresso dan tiga sub-brand
-          Relasi baik dengan pelanggan
-          Pemasaran yang gencar
-          Lokasi yang sangat strategis dan ramai, memungkinkan pelanggan bertemu relasi disini
2.       Weakness
-          Harga produk mahal
-          Manajemen kompleks
-          Tidak menjual makanan berat
-          Lokasi cabang hanya di kota besar saja
3.       Opportunities
-          Pangsa pasar masih sangat besar
-          Tingkat konsumerisme masyarakat yang tinggi
-          Jumlah warga ekonomi menengah ke atas naik
-          Masih adanya image bahwa jika masuk ke starbucks kelas masyarakat naik
-          Kemajuan teknologi komunikasi semakin pesat
-          Akses kepada pemasok semakin mudah mengingat menjulangnya brand starbucks
4.       Threats
-          Banyaknya pesaing yang menjual produk serupa dengan harga lebih murah
-          Perubahan iklim menyulitkan suplai kopi
-          Perkembangan ekonomi yang naik turun mempengaruhi daya beli masayarakat
-          Sebagian konsumen berusaha untuk menghindari kafein
-          Banyaknya produk pengganti yang lebih variatif
-          Kenaikan harga biji kopi

nggal pada saat yang bersamaan..si Starbucks Coffee di mata masyarakat dunia.
Marketing Segmentation :
Starbucks membidik segmen di Hotels, Grocery Stores, Schools, Businesses, Industries Cafeteria and Airlines. Starbucks membuka kedai kopinya di seluruh dunia, seperti di Brazil, Rusia, Rumania, serta menempatkan logo Starbucks pertamanya di Kairo Mesir.

Product Developtment :
Starbucks membuat berbagai macam macam produk mulai dari minuman kopi maupun non kopi untuk menarik minat para non peminum kopi dan mereka juga mengembangkan cake dan pastry sebagai teman minum kopi dan teh.
Starbucks mengembangkan produk baru untuk non-peminum kopi ditengah pasar yang kompetitif. Starbucks menarik konsumen baru dengan tidak hanya dengan produk-produk berkualitas, tetapi juga dengan rasa yang disukai konsumen. Selain itu Starbucks menambahkan Product minuman juice,smoothie, dan teh. Dan ada product untuk makan siang seperti Fiesta Chicken Salad, dan Buah dan Platter Keju.

Marketing Strategy
1. Memancing pelanggan di pagi dan sore hari sekaligus.
Dalam membidik pelanggan, Starbucks cukup cerdik. Dia tidak hanya menggaet pelanggan di sore hari. Namun, juga pelanggan di pagi hari. Caranya, Starbuck memberikan potongan harga bagi pelanggan yang menunjukan kuitansi pembelian di pagi hari. Dengan demikian, perusahaan kopi kelas dunia ini mampu meraih  pembeli dua kali lipat. Bagi pelanggan yang menunjukan kwitansi, maka mereka hanya mengeluarkan  dana USD2 per cangkir kopi. Hanya dengan mengeluarkan uang yang cukup murah untuk ukuran Amerika, maka pelanggan disuguhkan kopi jenis grande atau minuman ukuran medium. Para penggemar kopi ini bisa mulai menikmati minum kopi  murah pukul 14.00 waktu setempat.
2. Starbucks gencar melakukan kampanye baru di dunia maya.
Mulai dari Twitter, Facebook, YouTube. Starbucks dapat meraih perhatian lebih banyak orang  dibanding lewat media tradisional. Strategi pemasaran yang terbilang unik pun mereka lakukan, salah satunya adalah dengan perlombaan di Twitter. Starbucks memanfaatkan kekuatan situs jejaring dengan memberikan tantangan pada orang-orang untuk menjadi yang pertama memposting foto poster Starbucks di Twitter. Tak hanya Twitter, situs video YouTube juga dimanfaatkan untuk promosi. 

Analisa Bisnis Starbucks Coffee:
Melihat beberapa hal dia atas kami berkesimpulan bahwa yang menjadikan Brand Starbucks Coffee semakin kuat adalah :
1.      Mengutamakan kualitas produk
Starbucks sangat menekankan pada kualitas produk. Kopi mereka meskipun relatif lebih mahal dibanding produk sejenis, namun kopi mereka sangatlah memuaskan konsumen dengan rasa dan aroma yang kaya dan lezat.
2.      Memposisikan dirinya sebagai rumah ketiga
Sejak awal, Starbucks berfokus untuk menciptakan “rumah ketiga” bagi semua orang yang berpergian dari rumah dan tempat kerja. Starbucks bukan sekedar tempat untuk membeli secangkir kopi, melainkan sebuah tempat berkumpul untuk bersosialisasi dan berdiskusi, terutama bagi para pelajar dan para profesional muda. Pengalaman dan atmosfer yang unik dan menenangkan ini menjadi konsep yang sangat kuat bagi perusahaan ini, sehingga konsumen merasa sangat tertarik dengan Starbucks.
3.      Kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk Starbucks. Dari pintu masuk ke dalam kedai kopinya hingga tetes kopi terakhir, konsumen harus bisa merasakan keunikan dalam pengalaman mencicipi kopi Starbucks.
4.      Membuat komunitas Starbucks
Di websitenya, setiap orang bisa menceritakan pengalamannya akan kopi Starbucks, dan perusahaan ini juga secara personal bergabung dalam diskusi tersebut. Dengan cara ini, customer experience terhadap Starbucks akan meningkat.

Inovasi
Dari tahun ke tahun, Starbucks dikenal akan ide kreatif dan inovatifnya dalam menambahkan pilihan produk atau jasa. Mereka menambahkan rasa yang berbeda pada kopi mereka, menambahkan menu makanan, dan juga menjadi salah satu yang pertama dalam menyediakan fasilitas internet di toko mereka.
6.      Brand marketing
Starbucks tidak pernah memasang iklannya di papan billboard, koran, ataupun poster, melainkan dia memfokuskan pada pemasaran word of mouth dan membiarkan kualitas produk dan jasanya yang berbicara sendiri.
7.      Pemilihan lokasi
Dalam memilih lokasi, Starbucks bukannya memilih berdasarkan demografis, lalu lintas, lokasi kompetitor, ataupun luas tokonya, akan tetapi Starbucks meng-cluster-kan toko-tokonya di area-area tertentu, sehingga membuatnya sangat mudah ditemui di jalanan-jalanan kota. Sedangkan mindset strategi pemasaran tradisional justru menentang penempatan toko yang berdekatan karena dapat memotong penjualan dari outlet-outlet yang ada.
Kesuksesan Starbucks di capai dari beberapa faktor, yaitu :

·         Kualitas yang luar bisa dalam hal Kopi
·         Servis yang bagus yang di berikan di setiap toko
·         Pertumbuhan toko toko Starbucks baru tiap harinya di seluruh penjuru Dunia yang semakin meningkatkan reputasi Starbucks Coffee di mata masyarakat dunia

Faktor-faktor ini tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga reputasi diantara para pecinta kopi. Starbucks menghadapi persaingan yang aggressive di segala area di dalam bisnis mereka. Pasar untuk masing-masing segmen bisnis mereka ditandai oleh persaingan ketat di antara perusahaan-perusahaan besar dengan posisiyang sudah stabil karena sudah berdiri lama dan sejumlah besar perusahaan berkembang yang baru dengan pertumbuhan yang cepat. Bagaimanapun juga, seperti Starbucks memiliki kapasitas keuangan yang baik dengan strategi yang baik, ia dapat mengatasi semua pesaing untuk ber performance tinggi sebagai pemasok kopi kelas pertama.
*Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Stratejik Program S2 Magister Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Angkatan 22 2015.



About dimas gustaman

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar