Analisa Bisnis PT Telkom

SEKILAS TENTANG TELKOM
Telkom adalah Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”) yang bergerak di bidang jasa layanan jasa dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Pemegang saham mayoritas Perseroan adalah Pemerintah Republik Indonesia sebesar 52,56% sedangkan 47,44% sisanya dikuasai oleh publik. Saham Perseroan diperdagangkan di BEI dan NYSE.
Telkom memperkuat organisasi dengan pembentukan Board of Executive (“BoE”). BoE mewadahi mekanisme parenting terhadap entitas anak dengan mengelompokkan entitas anak dalam empat kategori, yaitu bisnis seluler, media, infrastruktur, dan internasional. Bisnis seluler dipimpin PT Telekomunikasi Indonesia Selular (“Telkomsel”), bisnis media dipimpin PT Multimedia Nusantara (“TelkomMetra”) bisnis infrastruktur berada dalam koordinasi PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (“TelkomInfra”), sedangkan bisnis internasional dikendalikan oleh PT Telekomunikasi Indonesia International (“Telin”).
Visi Telkom adalah “To Become a Leading Telecommunications, Information, Media & Edutainment and Services (TIMES) Player in the Region”. Misi Perseroan adalah “To Provide More for Less TIMES Services” dan “To be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation”. Untuk mencapai visi dan misi tersebut, Telkom melakukan transformasi menyeluruh dalam lima aspek: transformasi SDM, transformasi bisnis, transformasi struktur, transformasi budaya, serta transformasi infrastruktur dan sistem. Konsep pengelolaan Telkom Group didasarkan pada 8S, yaitu Spirituality, Style, Shared Values, Strategy, Staff, Skill, System, dan Structure.

ANALISA PENJELASAN DARI VISI DAN MISI TELKOM

Leading memiliki arti kinerja Telkom pada aspek finansial (pendapatan dan laba) dan kapitalisasi pasar termasuk dalam kelompok operator telekomunikasi unggulan (baik yang hanya memiliki portofolio telekomunikasi maupun TIMES) di kawasan regional. Region memiliki arti kawasan Asia, sehingga kinerja Telkom akan dibandingkan dengan para operator telekomunikasi di kawasan Asia.
More for Less adalah suatu model bisnis baru yang mengutamakan benefit lebih tinggi dari harga. Model bisnis ini sering disebut sebagai Paradox Marketing, yaitu memberikan benefit atau value yang lebih banyak (more) dengan harga yang lebih rendah (for less).
Kualitas layanan dan pelayanan dikembangkan berdasarkan Telkom Quality System yang berbasis standar internasional. Telkom melakukan pengelolaan bisnis dengan menggunakan metode dan alat bantu terbaik yang diterapkan oleh perusahaanperusahaan kelas dunia sehingga diharapkan dapat menjadi perusahaan terbaik di Indonesia dan role model bagi perusahaan lain.

ANALISA SWOT PT. TELKOM

STRENGTH ( Kekuatan )
·         Pelopor dan pemain bisnis TIME pertama di Indonesia
·         Mempunyai jaringan yang luas di seluruh pelosok  indonesia
·         Sebagai BUMN satu satunya yang bergerak di bisnis TIME, sehingga memiliki fasilitas dan dukungan sarana prasarana yang lengkap
·         Memiliki pasar/kosumen yang besar di seluruh indonesia
·         Karena pelopor, Telkom mampu mengefektifkan harga yang bisa di peroleh konsumen
·         Mempunyai kekuatan finansial yang besar
·         Banyaknya pilihan produk dan layanan yang ditawarkan
WEAKNESS ( Kelemahan )
·         Karena luasnya area pelayanan dan banyaknya konsumen terkadang proses follow dari gangguan yang di alami konsumen di tanggapinya lama
·         Sebagian produk kalah bersaing dengan produk-produk mobile yang saat ini semakin cepat berkembang
·         Konsumen Fix Phone semakin berkurang seiring maraknya mobile phone yang dapat di akses siapa saja
·         Terlalu banyaknya jumlah karyawan yang ada sehingga berpengaruh pada cost operasional dan beban gaji yang tinggi
·         Kualitas sebagian produk masih jauh dari kompetitor
·         Berubahnya ekspektasi pelanggan dari jaringan informasi berbasis kabel ke mobile      
OPPORTUNITIS ( Peluang )
·         Industri telekomunikasi dan informasi akan terus memiliki peranan penting di Indonesia seiring pertumbuhan yang berkesinambungan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
·         Dengan dukungan regulasi dari pemerintah Telkom tetap memiliki peluang yang sangat besar untuk dapat mengembangkan bisnisnya di Indonesia
·         Jarangnya produk broadband access yang muncul di seluruh pelosok penjuru indonesia sehingga menjadi peluang yang mampu di ambil
·         Jika Telkom mampu mengembangkan kualitas produk dan berinovasi menyesuaikan kebutuhan konumen saat ini, peluang Telkom untuk tumbuh semakin besar masih sangat terbuka
THREATH ( Ancaman )
·         Bermunculannya produk produk TIME dari luar negeri yang jika tidak segera di tanggapi bisa mengakibatkan ancaman berpindahnya pelanggan
·         Berubah-ubahnya ekspektasi dari pelanggangan atau konsumen yang selalu ingin segera mendapat tanggapan saat ada kendala atau gangguan
·         Perubahan globalisasi jaman yang sangat cepat, berakibat semakin cepat berubahnya informasi dan teknologi yang di harapkan masyarakat, jika Telkom tidak berupaya untuk turut serta berubah ancaman di tinggalkan pelanggan semakin besar


ANALISA BUDAYA PERUSAHAAN

Telkom memiliki The Telkom Way, yang merupakan sistem nilai (belief system) dan nilai-nilai rujukan bagi seluruh karyawan Telkom, sekaligus merupakan pilar penopang budaya Perseroan yang mengandung tiga unsur inti, yaitu Philosophy to be the Best yang berisi filosofi-filosofi dasar bagi seluruh karyawan Perseroan untuk menjadi insan terbaik; Principles to be the Star yang merupakan nilai-nilai inti (core values) yang berisi prinsip dasar untuk menjadi insan bintang yang mengandung tiga nilai inti yang disebut 3S, yaitu Solid, Speed, Smart, serta Practices to be the Winner yang merupakan standar perilaku (standard behaviors) yang berisi praktik-praktik luhur untuk menjadi insan pemenang. Adapun konsep pengembangan budaya organisasi Telkom Group didasarkan atas elemen 8S, yaitu Spirituality, Style, Shared Values, Strategy, Skill, System dan Structure.

ANALISA PROGRAM KERJA STRATEGIS TELKOM

Untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan, di tahun 2014 Telkom meneruskan Tiga Program Utama yaitu mempertahankan pertumbuhan double digit bisnis seluler Telkomsel, mengembangkan jaringan pita lebar dalam platform Indonesia Digital Network, dan mengembangkan dan memperluas ekspansi internasional. Telkomsel merupakan kontributor utama Perseroan yang menyumbangkan pendapatan lebih dari 70% terhadap pendapatan konsolidasi Telkom. Sejalan dengan potensi pertumbuhan layanan mobile data, maka strategi Telkomsel adalah terus membangun infrastruktur guna mengantisipasi permintaan data trafik yang tumbuh sangat tinggi, untuk memastikan pelanggan Telkomsel mendapatkan pengalaman layanan mobile data terbaik. Sekitar 60% hingga 65% belanja modal Telkom dialokasikan kepada Telkomsel. Selain itu, Telkomsel juga tetap berusaha mengeksploitasi pertumbuhan pendapatan dari layanan voice dan SMS di antaranya melalui strategi penetapan harga yang cerdas berdasarkan klaster, dan menganalisis berbagai faktor di antaranya tingkat kompetisi dan utilisasi jaringan di masing-masing klaster. Adapun Indonesia Digital Network atau IDN merupakan fondasi infrastruktur untuk mendukung layanan data baik melalui unit bisnis selular maupun fixed line. Telkom fokus untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggannya, dengan membangun infrastruktur jaringan pita lebar yang unggul baik dari sisi jangkauan (coverage), kapasitas (capacity) maupun kemampuan (capability). IDN terdiri dari Id-Access, merupakan akses broadband berkecepatan tinggi melalui jaringan serat optik, kemudian Id-Ring, yang merupakan jaringan backbone serat optik berskala nasional dan berbasis internet protocol (IP) serta Id-Convergence yang mencakup pusat data berkapasitas tinggi yang terintegrasi dengan jaringan Telkom.

ANALISA KINERJA PERSEROAN 2014

Pencapaian kinerja Perseroan tahun 2014 menjadi bukti bahwa Telkom sudah berada di jalur yang benar untuk membawa Telkom menuju digital company. Secara konsolidasi, kontribusi segmen data, internet dan IT meningkat menjadi 32,5% dari 28,2% di tahun sebelumnya. Adapun kontribusi pendapatan segmen digital business pada anak usaha seluler Telkom meningkat cukup signifikan menjadi sekitar 23,6% dari 19,4% tahun lalu. Pertumbuhan kontribusi pendapatan digital business ini didukung oleh jumlah pengguna data yang meningkat 12,1% menjadi 71,3 juta pelanggan pada akhir tahun 2014. Telkom mencatatkan kinerja keuangan yang sangat baik sepanjang tahun 2014. Pendapatan konsolidasi tumbuh 8,1% mencapai Rp89,7 triliun. Segmen Data, Internet & IT (tidak termasuk SMS) tumbuh paling tinggi sebesar 24,0% seiring dengan meningkatnya permintaan atas segmen ini yang ditunjang oleh infrastruktur yang sangat baik. Perseroan juga mampu mengelola biaya operasi dengan efisien, di mana biaya operasi tumbuh 6,5% menjadi Rp43,9 triliun. Sehingga Perseroan mampu mencatat pertumbuhan EBITDA yang cukup tinggi sebesar 9,7% menjadi Rp45,8 triliun dengan marjin EBITDA sebesar 51,1% atau lebih baik dari tahun sebelumnya dengan marjin 50,4%. Sementara itu Laba Bersih meningkat 3,0% menjadi Rp14,6 triliun. Relatif rendahnya pertumbuhan laba bersih tersebut di antaranya oleh karena adanya pendapatan dari hasil divestasi 80% kepemilikan Telkom Vision pada tahun 2013.
Dari aspek operasional, anak usaha Telkom Telkomsel terus memperkuat infrastruktur jaringannya. Sehingga pada akhir tahun 2014 memiliki 85.420 BTS, meningkat 22,3% dari tahun sebelumnya, di mana 45% di antaranya merupakan BTS 3G dan 200 BTS 4G, guna mendukung pertumbuhan layanan data. Adapun trafik data meningkat sangat besar sebesar 143% menjadi 235 Peta-Bytes yang terutama dipicu oleh penggunaan layanan data melalui smartphone. Hingga akhir tahun, pengguna smartphone Telkomsel tercatat sebanyak 40,4 juta atau tumbuh 71% dari tahun sebelumnya.

ANALISA PROSPEK PERSEROAN

Dengan investasi yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir khususnya untuk membangun infrastruktur broadband, Telkom berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki prospek yang baik. Untuk unit usaha seluler, hampir setengah dari BTS Telkomsel telah mendukung layanan data. Dengan pengguna data kurang lebih sebesar 50% dan penetrasi smartphone yang juga masih rendah sekitar 30%, maka segmen bisnis data memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi dimana secara industri pertumbuhan trafik data sepanjang tahun lalu lebih dari 100%. Telkom juga memiliki kemampuan IT sangat baik untuk mendukung strategi penetapan harga yang kompleks untuk layanan voice dan SMS sehingga Telkom dapat mengeksploitasi pertumbuhan dari bisnis legacy. Perseroan juga memiliki aset di unit bisnis fixed line yang jika dikelola dengan strategi yang tepat akan mendatangkan potensi pertumbuhan cukup besar.

ANALISA TATA KELOLA PERUSAHAAN

Telkom menjunjung tinggi penerapan Good Corporate Governance (GCG), dan secara konsisten dilakukan peningkatan dari tahun ke tahun. Perkembangan signifikan dalam implementasi GCG Telkom adalah penguatan strukur tata kelola organisasi berkarakteristik holding melalui penerapan mekanisme Board of Executive untuk entitas anak. Telkom juga menerapkan Enterprise Risk Management (ERM) secara menyeluruh, membuat pakta integritas dalam ruang lingkup grup, penguatan tata kelola IT, dan remediasi pengendalian internal untuk menjamin keandalan laporan keuangan. Terkait penyusunan laporan keuangan, sejak tahun 2011 Telkom telah mengadopsi standar International Financial Reporting Standards (IFRS). Telkom telah memenuhi kriteria ASEAN Corporate Governance Scorecard, yang menilai kualitas penerapan GCG pada perusahaan-perusahaan publik di enam negara ASEAN.
Pengakuan akan kualitas penerapan GCG Telkom tercermin dari penghargaan yang Telkom terima. Pada tahun 2014 Telkom menerima penghargaan “Most Trusted Company untuk keenam kali berturut-turut. Selain itu pada IMAC 2014, Telkom meraih penghargaan Best Managed Companies, Best Corporate Governance, Best Investor Relations, Best Corporate Social Responsibility, dan Most Committed Company to a Strong Dividend Policy sekaligus. Pada Anugerah Perusahaan Terbuka 2014, Telkom meraih penghargaan Best Listed Company of The Year, The Best CEO Listed Company 2014, CEO of The Year, dan terpilih sebagai pemenang pertama kategori Corporate Communication, Risk Management, dan Kelompok Kerja Infrastruktur. Telkom juga memperoleh penghargaan Most Trusted Company untuk keenam kali berturut-turut dalam survei Corporate Governance Perception Index (CGPI) dan penghargaan Capital Market Award 2014 untuk kategori Emiten Besar di Bursa Efek Indonesia.

ANALISA TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN

Pelaksanaan CSR Telkom selaraskan dengan visi dan misi serta portofolio bisnis Perseroan. Telkom mendefinisikan keberadaan CSR sebagai entitas bisnis melalui tema “Telkom Indonesia untuk Indonesia”. Program-program CSR Telkom dilakukan dalam upaya mendukung kemajuan masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat tertinggal, terpencil dan terluar dalam memperoleh kesejahteraan, melalui rangkaian kegiatan pada tiga pilar utama CSR Telkom, yaitu menciptakan Lingkungan Digital, Masyarakat Digital, dan Ekonomi Digital. Telkom berupaya melakukan berbagai program terkait pelestarian lingkungan hidup yang terangkum dalam program Telkom Go Green Action. Program ini meliputi upaya meminimalkan emisi karbon, melakukan efisiensi energi gedung perkantoran, melakukan efisiensi energi BTS, pemakaian energi terbarukan, mendorong diterapkannya konsep kantor tanpa kertas, pengelolaan limbah, serta pengelolaan dan daur ulang air. Dari semua objek pengembangan sosial kemasyarakatan yang disalurkan melalui Program Bina Lingkungan, Perseroan memprioritaskan pemberian bantuan untuk bidang pendidikan dan kesehatan serta pengembangan creative camp untuk menumbuhkan industri kreatif digital. Atas semua usaha tersebut, Telkom memperoleh penghargaan utama kategori Platinum untuk sembilan bidang dan program dalam anugerah Indonesian CSR Award 2014. Penghargaan tersebut adalah bukti pencapaian kinerja Telkom sejalan dengan landasan CSR berbasis ISO 26000.

  ANALISA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Telkom menyusun strategi pengelolaan sumber daya manusia yang terdiri dari tiga komponen, dengan karakter (Character) memiliki bobot terbesar yakni 50%, selanjutnya kompetensi (Competence) memiliki bobot 30%, dan Coopetition memiliki bobot 20%. Telkom terus-menerus mengembangkan program kepemimpinan, mengacu pada Arsitektur Kepemimpinan Telkom Group dengan filosofi “Always The Best” melalui Talent Development Framework. Untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing global, Telkom juga memiliki program Global Leadership Capability Development. Strategi pengembangan sumber daya manusia ini seiring dengan transformasi bisnis Perseroan yang berfokus pada TIMES. Untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan kompetensi, Telkom melakukan penguatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang terstruktur dan terencana, guna mempersiapkan SDM Telkom menuju era digital. Setiap tahun, Telkom memberikan berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kerja keras karyawan. Keberhasilan program Telkom di antaranya sebanyak sembilan karyawan memperoleh penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Satyalencana Pembangunan dan Satyalencana Wira Karya atas dedikasi mereka membesarkan nama Telkom.

  KESIMPULAN

PT. Telkom sebagai salah satu perusahaan milik pemerintah atau biasa di sebut sebagai BUMN menjalankan fungsi dan operasionalnya dalam bisnis secara baik, terlihat dari pergerakan peningkatan perkembangan dari sisi perusahaan atau perseroan selalu meningkat, jumlah layanan-layanan juga semakin meningkat. Walau PT. Telkom sebagai perusahaan yang di tuntut untuk memperoleh profit, namun melaui program CSR nya Telkom mampu turut serta memberikan beberapa program-program bantuan atau pemberdayaan masyarakat sekitar, sehingga terlihat adanya keseimbangan dalam mencari untung juga memberikan beberapa manfaat bagi masyarakat Indonesia.
*Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Stratejik Program S2 Magister Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Angkatan 22 2015 .








About dimas gustaman

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar