MSDM Strategis

Manajemen yang efektif menentukan yang harus di tuju organisasi, bagaimana cara untuk menuju kesana, dan kemudian mengadakan evaluasi secara rutin untuk melihat apakah organisasi telah berada di jalur yang benar.ujuan strategis, lingkungan eksternal, proses bisnis internal, dan menentukan bagaimana efektivitas akan di tentukan dan di ukur adalah semua masalah dalam proses ini. Orang dapat menjadi sebuah kompetensi inti organisasional ketika mereka mempunyai kemampuan khusus untuk mengambil keputusan dan berinovasi dalam cara yang tidak mudah di tiru oleh para pesaing. Untuk memiliki kemampuan tersebut membutuhkan seleksi, pelatihan dan retensi karyawan-karyawan yang bagus. 
Kelompok karyawan tanpa kemampuan khusus tersebut tidak akan dapat menjadi dasar yang kuat untuk keunggulan kompetitif. Semakin produktif sebuah organisasi, akan semakin tinggi keunggulan kompetitifnya, karena biaya-biaya untuk memproduksi barang dan jasanya semakin rendah. Produktivitas pada tingkat organisasional akhirnya akan mempengaruhi profitabilitas dan daya saing dalam sebuah organisasi profit, dan total biaya dalam sebuah organisasi nirlaba. Keputusan yang di buat mengenai nilai dan sebuah organisasi sering kali di dasarkan pada produktivitas yang mampu di capainya. Sebuah cara yang dapat di pertimbangkan berguna untuk mengukur produktivitas SDM organisasional adalah biaya pekerja per unit (unit labor cost), yang di hitung dengan mebagi rata-rata dari para pekerja dengan rata-rata tingkat output mereka. Dengan menggunakan biaya pekerja per unit, sesorang dapat melihat bahwa sebuah perusahaan yang membayar gaji secara relatif lebih tinggi tetap dapat bersaing secara ekonomis jika ia dapat menghasilkan sebuah tingkat produktivitas yang tinggi. Biaya pekerja per unit rendah dapat menjadi bisnis strategi yang berfokus pada sumber daya manusia. Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi/organisasi. Selanjutnya, MSDM berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum. Karenanya, MSDM juga menjadi bagian dari Ilmu Manajemen (Management Science) yang mengacu kepada fungsi manajemen dalam pelaksanaan proses-proses perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan. Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa sumber daya manusia yan professional semuanya menjadi tidak bermakna (Tjutju,2008).
Eksistensi sumber daya manusia dalam kondisi lingkungan yang terus berubah tidak dapat dipungkiri, oleh karena itu dituntut kemampuan beradaptasi yang tinggi agar mereka tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri. Sumber daya manusia dalam organisasi harus senantiasa berorientasi terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi di mana dia berada di dalamnya (Tjutju, 2008). 
Komponen Perencanaan SDM 
  • Tujuan Perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
  •  Perencanaan Organisasi Perencanaan Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. 
Peramalan SDM dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia (suplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karir.

Prosedur Perencanaan SDM 
  • Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
  •  Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
  •  Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya. 
  • Menetapkan beberapa alternative.
  •  Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana.
  •  Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.  
Penevaluasian Perencanaan SDM

  • Jika perencanaan SDM dilakukan dengan baik, akan diperoleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut: 
  • Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya. 
  • Biaya SDM menjadi lebih kecil karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya. 
  • Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
  •  Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanita dan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang. 
  • Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
 Detail materi MSDM Strategis dapat di unduh di link bawah ini :


 

About dimasgustaman

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar