Beda Manager dengan Leader

Semangat Pagi sahabat, apa kabar anda? Setelah rehat akhir pekan, tambah semangat beraktivitas kan? Dalam artikel kali ini saya mau share tentang leadership, sharing kali ini berdasarkan curhat dari seorang teman yang mengeluhkan manager dia di kantor yang tidak konsisten, kadang tegas..kadang lunak..kalau sama karyawan yang dekat sangat baik, tapi kalau sama karyawan yang biasa-biasa sering di marahi. Ketika ada target yang tidak terpenuhi, dan si karyawan menceritakan kronologis berikut kendala-kendala dengan harapan ada masukan yang ada malah sumpah serapah. Jarang ada diskusi yang win win solution. Sangat miris ya sahabat, tapi mungkin adakah di antara anda mengalami hal serupa? Apakah setiap orang pimpinan/manager memiliki kemampuan leadership yang bagus? Manager (manajer) adalah seseorang yang mengelola dan mengatur sumber daya . Sumber daya tersebut dapat berupa uang, asset, orang, stok, metode kerja, dan waktu. Sedang Leader (pemimpin) adalah orang yang menginspirasi dan memotivasi timnya untuk mencapai lebih. Seorang Manager belum tentu adalah seorang Leader dan seorang Leader tidak harus menduduki posisi atau jabatan tertentu seperti manager. Anda adalah seorang Manager bisa jadi karena Anda ditunjuk / diangkat untuk menduduki posisi tersebut. Tetapi anda menjadi seorang Leader ketika pribadi, karakter, pengetahuan, dan keterampilan Anda dikenali dan diterima oleh mereka yang Anda pimpin. Sehingga bawahan Anda bukan lagi melakukan apa yang Anda minta hanya karena Anda adalah atasan mereka tetapi lebih kepada karena mereka menyukai dan respek terhadap Anda. Pengaruh harus Anda peroleh lewat Kepemimpinan Anda. Menurut John C. Maxwell, “Kepemimpinan adalah tentang perilaku dan sikap Anda bukan titel. Kepemimpinan adalah tentang Pilihan atau Keputusan yang Anda buat bukan Tempat atau Posisi yang Anda miliki.” Orang-orang akan mengikuti Leader yang mereka kagumi dan hormati. Demikianlah hukum alam bekerja. Untuk menjadi seorang Great Leader, Anda perlu mengubah paradigma dari “Saya mau jabatan di mana semua orang mengikuti saya” menjadi “Saya mau menjadi orang yang diikuti banyak orang”. Kebanyakan Manager merasa sudah berada di zona aman (take for granted), yaitu dengan posisi / jabatan yang dimiliki akan membuat bawahan mereka ‘patuh’ dan mengikuti mereka. Bisa saja bawahan ‘patuh’ dan mengikuti tapi ketika dilakukan karena terpaksa tentu tidak akan bertahan lama atau tidak akan efektif. Konsekuensi dari hal tersebut adalah Anda harus mengembangkan dan meng-upgrade kemampuan diri anda terus-menerus sehingga dapat terus menginspirasi dan memotivasi tim Anda untuk mencapai lebih. Lead by Heart and Manage by Head, memimpinlah dengan hati dan memanage lah dengan segenap pikiran dan logika yang tepat, sehingga tidak tumpang tindih. Selamat menjadi Leader sahabat, jadilah Leader yang dapat menggerakan semangat dan menginspirasi banyak orang berbuat yang terbaik bagi diri sendiri, pekerjaan dan bagi sesama. Salam Berkelimpahan 

About dimas gustaman

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar